nonton film salawaku 2017
Pemainfilm Karina Salim (25) mengaku tidak muluk-muluk film 'Salawaku' disaksikan orang banyak
filmnasional posted on their Instagram profile: “/ #KamalaFilms / @FilmSalawaku / #NontonFilmNasional | 2017 | II Kamala Films SALAWAKU karya”
NontonFilm Salawaku (2017) Full Movie By Juragan Posted on February 26, 2021. Salawaku merupakan film indonesia yang bercerita tentang bocah lelaki asli Maluku bernama Salawaku dan seorang wanita kota dari Jakarta, bernama Saras. Mereka memulai perjalanan untuk menemukan saudara perempuan Salawaku yang hilang secara misterius.
Movies Sahara (2017) Sahara (2017) 5.5 2,190. 5.5 2,190. Watch Movies Online The Most Complete Online Cinema. All contents are provided by non-affiliated third parties. Nonton film full movie Cinema 21 Online Gratis download movie Situs nonton film online gratis Streaming film bioskop Film Horor Terbaru 2017 Film Romantis Terbaru 2017
Jakarta- Elko Kastanya memerankan tokoh Salawaku dengan begitu apik dalam film pertama besutan Pritagita Arianegara, 'Salawaku'. Prita yang mengaku jatuh hati dengan Elko ini pun memiliki cerita sendiri bagaimana ia menemukan sosok Elko. "Jujur saja saya memang tidak punya waktu untuk mencari lebih lama, jadi saya memang mengirimkan tim
Ich Bin Ein Mann Und Suche Eine Frau. SalawakuSebuah film tentang seorang anak laki-laki asli Maluku bernama Salawaku dan seorang wanita metropolitan modern kaya dari Jakarta, bernama Saras, memulai perjalanan untuk menemukan saudara perempuan Salawaku yang hilang secara lebih banyakSutradara Pritagita ArianegaraPemain Karina Salim, Elko Kastanya, JFlow, RaihaanunTrailerKonten SejenisKamu belum melakukan verifikasi akun. Silahkan periksa email Kamu dan ikuti langkah verifikasi melalui SMSVERIFIKASI SMSDengan memverifikasi email, Anda dapat melakukanUpload vidio dengan ukuran yang lebih besar
Trailer & Sinopsis Bahasa Indonesia - Keinginan Salawaku Elko Kastanya, anak laki-laki asli Maluku, untuk menemui kakak perempuannya bernama Binaiya Raihaanun, yang lari meninggalkan kampungnya, terhalang oleh pertemuannya dengan Saras Karina Salim, seorang remaja perempuan Jakarta yang memilih Maluku untuk melupakan kekasihnya. Saras yang ia temui di sebuah pulau pasir di tengah laut membuat Salawaku terpaksa harus menolongnya. Dalam perjalanan mereka inilah terjadilah sebuah hubungan yang sangat bertolak belakang budaya, cara hidup dan kebiasaan dari Saras dan Salawaku. Kawanua J-Flow, yang tampak baik hati menawarkan pertolongan pada Salawaku untuk menemukan keberadaan Binaiya. Saras pun jatuh hati pada kebaikan Kawanua dan mulai merasa bisa melupakan kekasihnya. Konflikpun terjadi ketika akhirnya Salawaku bertemu Binaiya yang enggan menerima Salawaku. Bagaimana nasib Salawaku yang ditolak kakaknya sendiri? Bagaimana pula nasib Binaiya dan Saras? English - A boy named Salawaku Elko Kastanya is out to look for his sister, Binaya Raihaanun that has lef the village without notice. Salawaku then embarks on his journey to find her. In the middle of his journey, Salawaku meets Saras Karina Salim, a Jakartan teenager who has a similar problem with her lover. The quest begins for two contrasting strangers with different age, purpose and character. Their journey comprises of hitchhiking, hiding from villagers looking for Salawaku and through the bumpy roads of emotions, argument, and differences. Along the way, the intensity diffuses when Kawanua J-Flow comes in the picture to help them. Kawanuas benevolence towards the journey has enchantingly softened the depressing heartbreak felt by Sarah and the anxiety felt by Salawaku. Once the reach Piru, Binaiya is startled by their presence. Her denial makes her demand of Salawaku to leave her alone. In Indonesian with no subtitles
HomeReview Best Movies[Movie] Salawaku 2017 Salawaku2017 - Kamala FilmsDirected by Pritagita ArianegaraWritten by Iqbal FadlyProduced by Ray Zulham, Mike JuliusCast Elko Kastanya, Karina Salim, Raihaanun, JFlow Matulessy, Shafira UmmSalawaku adalah sebuah proyek film kecil yang beruntung mendapat perhatian berbagai festival film di Indonesia, dengan masuk nominasi dan atau menang di ajang-ajang penghargaan nasional, plus tayang perdana di muka publik di Tokyo International Film Festival 2016. Film yang bolak-balik masuk festival jelas belum tentu pasti bagus menurut pemirsa di luar festival—tanpa mengurangi rasa hormat buat yang bolak-balik masuk festival baik yang beneran maupun abal-abal *eh*, tetapi buat gw film-film sederhana macam Salawaku ini tak jarang punya daya tarik tersendiri, yang bahkan bisa lebih berdampak daripada film-film "besar". Namun, seperti biasanya, ketika banyak yang bilang bahwa sesuatu bagus atau apalah, akan berbahaya bila kita menerimanya mentah-mentah, justru ekspektasi harus diturunkan supaya jangan sampai kita mengharapkan yang enggak-enggak. Itu trik yang harusnya selalu gw lakukan setiap nonton film…tapi fakta bahwa kalangan perfilman kita sayang banget sama film ini tetap nggak bisa gw abaikan. Makin lagi ketika gw merasa sepertinya mereka melihat sesuatu yang gagal gw lihat dari film sebuah desa di Pulau Seram 'e'-nya seperti pada kata 'meja', Maluku, siswa SD Salawaku Elko Kastanya tiba-tiba ditinggal minggat oleh kakak perempuannya, Binaiya Raihaanun. Suatu ketika Salawaku ingat Binaiya pernah mau ke sebuah tempat bernama Piru, lalu Salawaku memutuskan mengambil sebuah perahu dan mencari kakaknya seorang diri. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang wanita muda asal Jakarta, Saras Karina Salim yang termenung tersesat sendirian di tengah liburannya. Karena simpati, Saras memutuskan menemani Salawaku ke Piru. Pemuda anak kepala desanya Salawaku, Kawanua JFlow Matulessy yang ditugaskan untuk mencari dan membawa pulang Salawaku juga pada akhirnya memutuskan untuk membantu Salawaku mencari Binaiya. Pencarian ini tak hanya soal Binaiya ada di mana, namun mengapa dia pergi meninggalkan adik dan you see is what you get adalah deskripsi yang lebih kurang menggambarkan seperti apa film Salawaku ini. Filmnya tentang seorang anak kecil menyusuri berbagai jalan dan medan mencari kakaknya bersama dua orang yang lebih dewasa darinya. Dan, ya udah itu aja. Penataan adegan serta tangkapan sinematografi yang menyegarkan mata seolah menggiring gw untuk menantikan suatu hal yang besar dan lebih menarik akan terjadi selama perjalanan itu, tapi ternyata nggak kunjung datang sampai durasi berakhir. Salah? Ya nggak sih, film ini bercerita apa adanya, ya nggak apa-apa. Nothing new dari isu yang diangkat bahkan sangat tidak new, ya nggak apa-apa juga. Tetapi, gw melihat ada kecanggungan saat film ini bercerita, masih takut-takut untuk ekslporasi apa lagi yang bisa dikeluarkan dan dikembangkan dari ceritanya maupun karakternya yang cuma beberapa itu. Gw seakan hanya diizinkan melihat dari permukaan saja dan nggak bisa lebih jauh, ya ceritanya, ya karakternya, ya "potret budaya" gw, problem terawal film ini adalah pemilihan sudut pandang. Mengangkat tema permasalahan orang dewasa, film ini memberi judul sesuai tokoh utama yang masih SD, Salawaku. Film bisa saja menawarkan angle menarik dari seorang anak kecil yang mungkin malah memberi pelajaran berharga bagi karakter-karakter dewasanya. Sayang, kesempatan itu nggak diambil, film ini berjalan biasa saja, Salawaku hanyalah tokoh dalam cerita, bukan penjuru cerita ini. Pun kalau niatnya menekankan Salawaku sebagai tokoh utama, perkenalan akan karakternya begitu kilat sehingga gw nggak bisa menganggap dia tokoh yang lebih utama dari Saras dan Kawanua, misalnya. Problem selanjutnya adalah nggak ada "kehidupan" dalam kebersamaan Salawaku dan Saras dalam perjalanan, padahal mereka dua orang saling asing, beda usia, beda motif dan tujuan, beda budaya, beda cara pikir. Mereka baru kenal lalu barengan terus, tetapi seperti nggak ada itikad dari yang manapun untuk mengenal pihak satunya lebih jelas, dan apa pengaruh kepada satu sama yang lain selain daftar kata gaul ibukota. "Kehidupan" itu baru muncul ketika Kawanua mulai gabung, tapi itu pun baru benar-benar menarik ketika mulai terkuak alasan Binaiya minggat, which is like 1 hour into the movie. Yang lebih banyak gw dapat di sana akhirnya cuma pemandangan eksotis, and that's gw memang baru bisa klik sama film ini ketika di sepertiga terakhir, ketika akhirnya cerita ini mulai kelihatan maunya apa. Meski begitu, gw tetap nggak bisa menemukan sesuatu yang matters dari ceritanya, gw nggak nangkep what it actually wanted to say, dan ujaran "quoatable quote" di paling akhir itu malah memperburuk karena gw nggak tahu persis apa hubungannya sama cerita yang barusan gw saksikan dan apa konteksnya harus diujarkan di adegan tersebut. Beruntunglah film ini didukung kelengkapan produksi yang proper dan pemain-pemain yang tampil prima, termasuk si aktor cilik Elko, sehingga film ini bisa mengompensasi cerita amat sangat terlalu sederhana itu dengan penggarapan yang berkualitas. Nggak terlalu impresif tapi masih tahan buat score 6,5/10
Download Salawaku 2017 WEBDLDirector Pritagita ArianegaraWriter Iqbal Fadly, Titien WattimenaStars Karina Salim, Raihaanun, JFlow Matulessy, Elko Kastanya, Shafira UmmSinopsis Perjalanan Salawaku dan Saras yang berbeda usia, berbeda kepentingan, dan berbeda sifat dimulai. Lalu muncul Kawanua, kakak angkat Salawaku, yang menyusul Salawaku. Salawaku menerima Kawanua dalam perjalanan mereka karena percaya pada lelaki tersebut. Kebaikan Kawanua membutakan mata Saras dan Salawaku. Saras perlahan melupakan patah hatinya dan mengalihkan perhatiannya pada Kawanua. Salawaku menyadari mereka menjauhi Piru, kota dimana kabarnya kakak Salawaku yaitu Binaiya berada. Berbagai konflik menyertai perjalanan mereka sebelum bertemu Download Film Salawaku 2017 WEBDLOpenload 360p 480p 720p
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bentangan laut dengan warna air membiru, sebuah sampan sederhana membelah di tengah. Kecipak air pada ombak tenang, menggiring sampan bergerak sedikit demi sedikit ke depan. Bukit karang muncul di pinggiran, mematung tegar tak goyah deburan. Sungguh memanjakan indera penglihatan, ketika penonton diajak melihat dari perempuan muda, bergegas mengayuh dayung seorang diri. Pada wajah terbakar terik, terbias raut ketakutan yang sangat. Berkejaran nafas tersengal, seolah ada yang menghantui nama perempuan malang, berlari mengasingkan diri dari kampungnya. Atas kesalahan yang dibuat, telah mencoreng nama baik diri menjadi buah mulut warga. Salawaku lelaki tanggung, pergi mencari kakak perempuan yang pergi. Salawaku menempuh perjalanan jauh, mencapai tempat yang belum dijamahnya. Pada tengah perjalanan bertemu Saras, remaja Jakarta sedang berlibur. Sebagai dua orang asing, keduanya memiliki perbedaan usia beda tujuan dan karakter. Keadaan semakin rumit, ketika Kawanua datang di tengah perjalanan. Rasa cinta, memompa energi Salawaku mencari kakaknya. Rasa cinta pula, menumbuhkan keberanian lelaki jelang puber musti nonton film Salawaku, untuk membuktikan isi tulisan saya di atas—hehehe. Serentak diputar di bioskop tanah air, mulai tanggal 23 Februari satu kata yang terlintas di benak saya. Pemandangan pulau Seram Maluku, begitu keren tak kalah dengan panorama daerah lain di Indonesia. Pepohonan menghijau, pucuk daun padi tertiup angin, laut bersih membentang, bebukitan ranum, keindahan taman bawah laut, sungguh begitu memukau pemandangan. Oh Indonesiaku yang permai, bak tempat penuh cukilan nirwana. Prigtagita Arianegara selaku Sutradara, tampak sangat detil dalam memilih lokasi adegan per adegan film Salawaku. Setiap scene yang ditampilkan, tak urung mengundang decak pada latar alamnya. Atas kerjasama yang apik ini, mengantar nama Faozan Rizal sebagai Pengarah Sinematografi terbaik FFi 2016 untuk film Salawaku. sumber, Akting sangat prima, ditunjukkan oleh Raihannun yang beperan sebagai Binaiya. Perempuan berdarah Bugis Minang ini, tampil memukau seperti gadis asli garis dan warna kulit wajah, pada tebal bibir, gaya rambut berombak, sungguh merepresentasikan warga Pulau Seram. Dialek maluku beserta bahasa daerah, berhasil ditaklukkan oleh istri Teddy Soeriatmaja. Saya sempat pangling, sambil memastikan pada teman di kursi sebelah. 1 2 Lihat Lyfe Selengkapnya
nonton film salawaku 2017